Jangan Heran Jika MetroTV Sering Sudutkan Islam, Ini Kesaksian Menggemparkan 2 Mantan Senior Produser

Isunews.com - Mengapa stasiun pemberitaan MetroTV sering menyudutkan Agama Islam? Dan mengapa beritanya dinilai sangat tendensius dan memojokkan Islam? Ternyata munculnya kesaksian dua mantan Senior Produser MetroTV ini menggemparkan media sosial.



Januari 2016,

Adalah pada januari 2016, dengan sangat jelas MetroTV telah menuduh Wahdah Islamiyah sebagai sarangg teroris. Kemudian Setelah menuai banyak protes dari umat Islam, akhirnya MetroTV keudian mengakui kesalahannya dan kemudian meminta maaf melalui acaranya  Selamat Pagi Indonesia, beberapa hari kemudian.

Tahun 2012 Lalu

Tentu kita semua juga masih ingat pada 2012 lalu, MetroTV juga menyudutkan Rohis sekolah sebagai tempat rekrutmen teroris. Tak ayal, pemberitaan itu kemudian melalui infografis itu pun menuai protes dari sejumlah ormas Islam mulai dari JPRMI, BKPRMI, hingga MUI dan seluruh lapisan masyarakat.


Masih banyak sebenarnya tayangan MetroTV yang sangat menyudutkan Islam hingga banyak masyarakat  yang menilainya sebagai TV anti Islam, dan menggalakkan gerakan nasional #boikotMetroTV.

Mengapa demikian? Jangan heran, Kesaksian dua mantan staf MetroTV ini cukup menggemparkan masyarakat dan media sosial.

Dalam video tersebut yang berdurasi lebih dari satu menit yang diunggah oleh  Anti Mainstream Media ke laman Facebook-nya, penakuan Mantan Senior Produser News MetroTV Edi Wahyudi membongkar bagaimana sebuah  berita tertentu harus ditayangkan dan berita tertentu tidak boleh ditayangkan. Juga tokoh tertentu harus tampil dan tokoh tertentu tidak boleh ditampilkan.

Wah ada Perintah Dewa

“Perintah yang oleh teman-teman disebut sebagai perintah dewa. Ini harus tayang, ini nggak boleh tayang. Si itu harus muncul di pemberitaan, si ini nggak boleh muncul dan selanjutnya. Itu bisa dari pimpinan yang paling tinggi, bisa dari menetes, menetes begitu. Dan itu sudah sangat dipahami oleh temen-temen,” kata Edi Wahyudi.

Apa kepentingan berita tertentu harus diangkat dan tokoh tertentu harus ditampilkan? Reporter hingga produser pun tidak boleh tahu. “Kita tanya apa kepentingannya, itu dosa besar,” ujar Edi.

Sedangkan penakuan Matheus Dwi Hartanto, juga Mantan Senior Produser News MetroTV, mengungkapkan bahwa ketika ia masih baru, dengan sangat mudahnya ditawari uang Rp 10 juta agar seorang tokoh dimunculkan dan diberitakan. Dan lanjut menurutnya, hal itu adalah hal biasa karena seseorang yang masih baru seperti dia saja sudah ditawari uang agar tokoh tertentu ditampilkan.

Subscribe to receive free email updates: