Kasihan, Tak Dapat Keuntungan, Pedagang Garam Curhat Daya Beli Turun dan Stok Kosong

Isunews.com - Kujungan kerja Ketua MPR Zulkifli Hasan yang menyambangi Pasar Central di Medan, Sumatra Utara, Senin (7/8). Ketika datang, Pedagang pun antusias mencurahkan isi hatinya mengadukan daya beli yang turun.

foto/detik.com


Keluhan misalnya disampaikan seorang pedagang sembako, Jubaidah yang mengeluhkan mahalnya garam dapur. Harga garam naik dari harga Rp 4 ribu per kilogram kini menyentuh angka Rp 9 ribu. "Sekarang garam kosong pak, jualnya jadi tinggi, pembeli turun. Dua bulan terakhir ini nggak bisa dapet untung jadinya impas terus bahkan malah rugi," kata Jubaidah kepada Zulkifli dalam ketetangan pers MPR, Senin (7/8), dilansir republika

Pedagang Kain grosiran, Ria Khoiriah juga mengeluh. Kepada Zulkifli Hasan, ia mengadukan penjualan kain brokat yang lesu. Dalam sebulan biasanya dirinya bisa mengirim tiga rol kain dari Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Tapi tiga tahun terakhir ini pedagang Tanah Abang hanya meminta satu rol kain brokat. "Sekarang omsetnya nggak tentu, pembeli turun jauh. Kalau permintaan kosong barang jadi numpuk terus" kata Ria.

Zulkifli Hasan lantas menjanjikan akan meneruskan keluhan pedagang ini ke pejabat terkait, baik menteri dan juga Kepala Daerah. Sebagai Ketua Umum PAN, ia juga menginstruksikan seluruh Anggota DPR pusat, Provinsi sampai Kabupaten dari Fraksi PAN untuk mengawal aspirasi pedagang pasar yang terkena imbas turunnya daya beli masyarakat.

Mendampingi Zulkifli Hasan di Pasar Sentral, Ketua Fraksi PAN DPR Mulfachri Harahap, Anggota Fraksi PAN Dapil Sumatera Utara Saleh Daulay dan Direktur Utama PD Pasar Kota Medan Rusdy Sinuraya.

Kasihan para pedagang kecil yang mengais rejeki hanya untuk mencari sesuap nasi.

Subscribe to receive free email updates: