Ekonomi Indonesia Lampu Kuning, Warganet Ribut

Baca Juga


Isunews - Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan defisit transaksi berjalan jika sudah mencapai 3 persen, artinya sudah lampu kuning, alias perlu berhati-hati.

Hal itu rupanya telah lama dihitung ekonom senior Rizal Ramli (RR). Ia mengingatkan, dalam enam bulan ke depan kondisi ekonomi Indonesia sudah lampu kuning.

Sejak akhir tahun lalu ekonom senior DR. Rizal Ramli telah mengingatkan bahwa kondisi ekonomi negara sudah lampu kuning.


“RR sudah nyatakan 6 bulan yang lalu Ekonomi Indonesia Lampu Kuning. Malah dibantah-bantah, pakai data selektif. Ini kok telmi ya,” katanya dalam twit di akun @RamliRizal, Rabu (22/8).

Bahkan, kata RR, saat ini ekonomi Indonesia sudah berada di zona setengah merah.

“Sekarang mah sudah setengah merah: ‘Quarto Deficits ‘: Budget, Balance of Trade, Current Accounts &Balance of Payments. Increased Vulnerability,” tegasnya.

Bank Indonesia (BI) telah merilis data defisit neraca transaksi berjalan kuartal II-2018 tercatat 3 persen atau sebesar 8 miliar dolar AS. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 1,96 persen.

Hal itu menjadi perhatian warganet. Akun @bima mengomentari penyataan Darmin Nasution yang selalu telat. Padahal, telah diingatkan oleh RR.

“Kenapa selalu telat?! Kenapa ketika ada evaluasi dan masukan yang disampaikan oleh pak @RamliRizal selalu dibantah2?! Kita menjadi sadar bhw untuk membangun bangsa, kita tidak boleh menutup ruang kpd evaluasi dan saran yg datang dari mana saja. Proud of you pak Rizal Ramli, tulis akun @bima

Menurutnya, RR selalu memberikan evaluasi diikuti dengan sarana dan masukan.

“Telah menjadi tradisi dari pak Rizal Ramli, ketika memberikan evaluasi selalu diikuti dengan saran dan masukan. Sayang, evaluasi dan masukan dari pak @RamliRizal sejak akhir 2017 ini dibantah2. Padahal kalau dijalankan, tentu ada perbaikan,” cuit @bima

Akun @aliservistv juga mengingatkan, kondisi lampu kuning ekonomi Indonesia itu telah diingatkan RR jauh-jauh hari.

“Baru hadir ya mas? 6 bulan yg lalu udah dikasih solusi, tapi menterinya Jokowi banyak yg menolak solusi RR. Pada sibuk bilang ekonomi kuat, Prudent, dll. Nah, kalo disuruh kasih solusi, lha wong menterinya nolak gitu kok,” kicaunya.

(lov/rm/pojoksatu)

close